LABUAN BAJO – Pada acara launching Desa Wisata Warloka, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Parekrafbud) Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, mengungkapkan tujuan besar program FASMADEWI (Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata) yang memasuki tahun ketiga.
Jemsifori mengutip janji politik Bupati dan Wakil Bupati periode kedua: “Membawa uang dari laut ke darat.”
Ia menjelaskan, 85 persen wisatawan yang datang ke Manggarai Barat dulu langsung menuju Taman Nasional Komodo (TNK), sedangkan desa penyangga hanya menonton dari kejauhan tanpa manfaat ekonomi yang berarti.
“Ini alasan lahirnya FASMADEWI — agar desa wisata teratur dan bisa ambil bagian dari perekonomian pariwisata,” tegasnya, Kamis (11/12/2025).
Program FASMADEWI: Ubah Mindset, Bikin Desa Mandiri
Dalam tiga tahun terakhir, program ini telah berjalan di 6 desa wisata dengan 9 jenis pelatihan di tiap desa. Intinya bukan cuma bangun fasilitas, tapi mengubah cara pikir masyarakat. Memberi pendidikan tentang pariwisata,Menata produk dan spot wisata yang siap dijual dan membangun kapasitas manusia untuk mengelolanya”, jelas Stefanus.
Desa Cunca Lolos disebut sebagai contoh sukses yang sudah mandiri. Jemsifori juga menghargai fasilitator yang tinggal 10 bulan bersama masyarakat.
Kunci Keberhasilan: Masyarakat Jadi Aktor Utama.Ia menekankan tidak boleh ada kesenjangan antara pemerintah dan masyarakat,
“Jangan pemerintah maju sendiri, masyarakat tertinggal. Atau sebaliknya. Masyarakat harus jadi aktor utama, bukan hanya penonton”, tegasnya.
Jemsifori memuji kelompok pemuda pesisir Warloka yang sudah aktif, membuat konten, flyer, dan paket Jelajah Kampung.
Beberapa konten sudah viral (digunakan untuk digital marketing) “Pakai HP untuk hal positif, bukan cuma scroll yang tidak penting,” katanya.
Stefanus Jemsifori menyatakan budaya Bajo dan Posisi Warloka yang Istimewa. Terbukti
wisatawan mancanegara sangat menyukai aktivitas budaya seperti Prosesi Adat Bajo.
“Ini aset emas, jangan hilang karena terlalu sibuk bermedia sosial. Warloka adalah desa penyangga utama TNK. Wisatawan lewat laut, tapi mereka ingin lihat kehidupan pesisir. Siapkan diri jadi tuan rumah yang baik”, imbuhnya.
Ia juga menyebutkan dukungan kementerian dengan pembangunan fasilitas senilai Rp20 miliar: “Jangan cuma nonton, jawab dengan semangat.” tegasnya.
Kepada Pokdarwis dan pemuda, ia minta menjadi motor penggerak pariwisata (susun paket, sambut tamu, publikasi digital), Berkolaborasi dengan Poltek El Bajo dan mitra lainnya.
“Hari ini Warloka resmi menjadi desa wisata. Tugas kita berikutnya: datangkan tamu, berikan kesan terbaik dan bawa manfaatnya pulang ke rumah masing-masing. Uang dari laut harus menghidupi darat itu tujuan besar kita,” tutupnya.











Tinggalkan Balasan