LABUAN BAJO – Sebuah misi evakuasi medis gawat darurat telah dilakukan untuk menyelamatkan nyawa seorang ibu hamil penderita Preeklamsia Berat dari Pulau Komodo menuju fasilitas kesehatan di Labuan Bajo, Kamis (9/4).

Misi penyelamatan ini berjalan berkat sinergi cepat antar instansi, melibatkan PT Palma Hijau Cemerlang (PHC), Puskesmas Pulau Komodo, Kantor Kesehatan Pelabuhan, KSOP, Basarnas, hingga Polres Manggarai Barat.

Kronologi Keberangkatan

Kapal KM Sea Ryder milik PHC yang ditugaskan dalam misi ini diberangkatkan dari Dermaga Pos Padar Utara pukul 12.55 WITA. Setelah tiba di lokasi dan memuat pasien serta perlengkapan medis, kapal kembali berlayar menuju Labuan Bajo pada pukul 13.47 WITA.

Di atas kapal, terdapat pasien bernama Siti Maisyah yang didampingi langsung oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Komodo, Sofina Evi. Rombongan juga terdiri dari Kapten Irawan beserta Awak Kapal (ABK) Aryo, serta pendamping Saepul.

Kondisi Pasien Sangat Kritis

Meskipun secara fisik terlihat biasa saja, kondisi pasien sebenarnya sangat membahayakan nyawa. Tekanan darah Siti tercatat mencapai angka ekstrem, 209/110 mmHg, yang dalam dunia medis dikategorikan sebagai Preeklamsia Berat.

“Secara kasat mata memang terlihat baik, tapi risikonya sangat tinggi. Bisa terjadi kejang mendadak hingga kematian bagi ibu dan janin jika terlambat ditangani,” jelas Sofina Evi perawat yang mendampingi pasien di perjalanan pada Kamis,(9/4), Siang.

Karena kondisi gawat tersebut, pasien harus segera mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit, termasuk kemungkinan harus segera dilahirkan melalui operasi caesar demi menyelamatkan dua nyawa.

Apa itu Preeklamsia?

Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (≥140/90 mmHg) dan adanya protein dalam urine. Kondisi ini umumnya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu dan dapat merusak organ tubuh jika tidak segera ditangani.

Respons Cepat Tim

Joana, staf PHC yang bertugas di Pos Padar Utara, membenarkan bahwa tindakan cepat diambil begitu menerima permohonan bantuan.

“Betul, saya sendiri yang menerima telepon dari pihak Puskesmas. Karena posisi saya di Pos Padar Utara, langsung kami kerahkan tim menuju Komodo,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Labuan Bajo Terkini, Kamis (9/4), Sore.

Sementara itu, Ketua Gahawisri Cabang Labuan Bajo, Budi Widjaja, menyampaikan apresiasi atas kerjasama seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan yang menyediakan ambulans, serta bantuan dari KSOP, Basarnas, dan Polres yang memastikan proses berjalan lancar,” ujarnya.

Sepanjang perjalanan, tim operasi terus memantau situasi laut dan cuaca.

Protokol keselamatan ketat diterapkan, di mana kapal akan mencari tempat berlindung jika cuaca buruk demi keselamatan nyawa pasien dan seluruh awak.