LABUAN BAJO, BOLA – Argentina memastikan tiket partai puncak Piala Dunia FIFA 2026. Timnas Albiceleste menundukkan Inggris dengan skor 2-1 dalam laga semifinal yang berlangsung sengit di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis, (16/7), dini hari.
Gol Gordon sempat memberi keunggulan Inggris di menit ke-55, namun Argentina membalas lewat La.Martinez pada menit ke-90+2 dan Fernandez di menit ke-85 untuk membalikkan keadaan. Usai peluit akhir berbunyi, Lionel Messi dan rekan setimnya tampak emosional merayakan kemenangan ini.

Secara statistik, Argentina benar-benar menguasai jalannya laga:
Penguasaan bola: 64% berbanding 36%
Tembakan: 15 percobaan dengan 5 tepat sasaran, berbanding 5 tembakan Inggris yang 2 di antaranya mengarah gawang
Operan: 590 kali dengan tingkat keberhasilan 91%, jauh di atas 325 operan Inggris yang sukses 84%
Serangan berbahaya: Argentina mencatat 67 serangan berbahaya, sementara Inggris 31 serangan
Inggris yang datang dengan status kandidat juara memiliki skuad yang seimbang, memadukan pengalaman dan talenta muda yang serbaguna.
Mereka mampu mendominasi bola maupun menyerang balik dengan cepat, serta sangat berbahaya lewat bola mati dan keunggulan fisik. Pertahanan yang disiplin dan sistem penekanan yang rapi menjadi kekuatan utama The Three Lions.
Namun, Argentina tampil lebih matang. Mereka menggabungkan kualitas teknis kelas dunia dengan mentalitas juara yang tak tergoyahkan.
Lini tengah mampu mengatur tempo permainan dengan cerdas, sementara lini depan memanfaatkan ruang dengan sangat efektif. Keteguhan bertahan serta kemampuan membalikkan situasi di momen krusial menjadi pembeda utama.
Kunci pertandingan terletak pada perebutan kendali di tengah lapangan. Inggris mengandalkan atletis dan serangan vertikal, sementara Argentina lebih unggul dalam ketenangan, penguasaan teknik, dan pengambilan keputusan yang tepat.
Ketika Inggris unggul lebih dulu, Argentina tak panik. Mereka terus memutar bola, mencari celah, dan akhirnya sukses membalas lewat aksi cepat di masa tambahan waktu.
Kedua tim sama-sama berbahaya dari situasi bola mati, namun kecemerlangan individu serta kekompakan kolektif Argentina menjadi penentu kemenangan.
Kini Argentina tinggal menunggu Spanyol di partai final untuk mempertahankan gelar juara dunia mereka yang ke empat kalinya jika menang. (*).











Tinggalkan Balasan