LABUAN BAJO TERKINI – Masyarakat Raong di Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat menyatakan hadirnya PT. Logam Bumi Sentosa atau PT. LBS telah memberikan warna baru terkait kondisi akses jalan keluar masuk ke kampung mereka.

Muhamad Yasir salah satu tokoh masyarakat di kampung Raong megisahkan kondisi akses jalan sebelum tahun 2021 dengan kondisi sekarang menuju kampung Raong setelah PT. LBS masuk.

Yasir menceritakan bahwa pada tahun 2020 masyarakat Raong sangat kesulitan jika hendak ke Labuan Bajo atau menuju kampung tetangga di Jarak. Hal itu karena medan yang sangat ekstrim ditambah kondisi jalan yang buruk.

Namun, pada tahun 2022 saat PT. LBS masuk ke kampung Raong, masyarakat baru merasakan akses jalan bagus. Sehingga mempermudah aktivitas warga yang keluar masuk kampung Raong.

Apalagi kondisi jalan yang sekarang yang dibangun oleh PT. LBS mengeliling kampung hingga semua gang dihampar menggunakan material batu dan sertu dengan proses hamparan tiga lapis.

“Kalau dulu kami masyarakat kampung Raong ini harus jalan kaki sekitar 8 kilo bahkan lebih kalau mau ke Labuan Bajo atau ke Jarak. Ya karena jalannya susah. Tidak sekeren yang sekarang pak,” kata Yasir saat ditemui di Raong, Senin (24/3/2025).

Menurutnya, PT LBS ini sebelum beroperasi di Raong, terlebih dahulu ia penuhi permintaan warga yakni bangun jalan sepanjang 4 kilo meter (Km).

“Dan itu PT ini bangun pak. Dia tidak pernah tolak kalau ada warga minta bantuan buat jalan, rabat dan gusur lapangan. Makanya kalau ada pihak yang mengatakan bahwa PT. LBS penipu dan pembangkang itu tidak benar. Tanya saja warga pak di sini, 99 % tidak keberatan dengan hadirnya PT. LBS ini,” ujarnya.

Senada dengan Muhamad Yasir, generasi kampung Raong bernama Mashawal juga menjelaskan bahwa PT. LBS sudah sangat berjasa terhadap masyarakat kampung Raong.

Ia menjelaskan bahwa hadirnya PT. LBS di Kampung Raong sangat memberikan kontribusi bagi masyarakat soal jalan.

“Hadirnya PT LBS ini sangat mengubah warna kampung Raong khususnya akses jalan. Kamudian ada beberapa kesepakatan antara masyarakat dan PT yang tertuang dalam berita acara yang sudah dipenuhi oleh PT,” ujarnya.

Mashawal menjelaskan bahwa selain memenuhi permintaan warga yang tertuang dalam berita acara, PT. LBS juga selalu mengindahkan permintaan masyarakat untuk menggusur lapangan.

“Kami generasi ada minta gusur lapangan bola laki dan langsung diamini. Jadi saya selaku tokoh generasi tidak ada keberatan dengan hadirnya PT. LBS disini,” ujarnya.

Mashawal menambahkan bahwa masyarakat tidak ada yang dirugikan dengan hadirnya PT. LBS di Raong. Justeru, kata dia, PT. LBS ini membuka akses jalan mengeliling kampung bahkan semua gang,” ujarnya.

Menurutnya hingga saat ini tidak ada laporan dari masyarakat kepada pemerintah desa atau kepada Tua Golo (fingsionaris adat yang dituakan) soal masyarakat yang dirugikan.

“Apanya yang dirugikan? Tidak ada kok. Eksplorasinya PT ini di hilir bukan dihulu. Dan memang tidak ada yang merasa dirugikan. Kalau untung ya semua masyarakat di Raong itu untung dengan kondisi jalan yang ada sekarang” pungkasnya.