LABUAN BAJO TERKINI – Presiden Prabowo Subianto akan membentuk Koperasi Desa [KopDes] Merah Putih. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa dana sebesar Rp 5 miliar akan diberikan untuk setiap koperasi, bukan untuk keseluruhan program. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan gudang, cold storage, gerai, dan pengadaan dua truk untuk logistik desa.
“Satu koperasi membutuhkan 5 miliar yang mencakup pembangunan gudang, cold storage, gerai, dua truk, dan bengkel. Setiap desa akan memiliki dua truk untuk mengangkut hasil dan membawa barang ke desa”, ungkap Menteri Koperasi Budi Arie, dikutip dari laman setkab, Senin [31/03/2025].
Koperasi Merah Putih Jadi Instrumen Penting
Koperasi Desa Merah Putih merupakan program prioritas Presiden Prabowo, dengan target pendirian 70 ribu koperasi untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Koperasi ini bertujuan mengatasi tantangan ekonomi di pedesaan dan melindungi masyarakat dari praktik tengkulak dan rentenir yang merugikan.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi alat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan di desa.
“Skema koperasi memberikan masyarakat di desa akses yang lebih baik terhadap sumber keuangan, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sosial”, kata Agus Jobo.
Diuraikannya bahwa hampir semua orang miskin dan miskin ekstrem berada di desa. Presiden telah memerintahkan agar kemiskinan ekstrem harus ditanggulangi pada tahun 2026.
Berdasarkan data lanjut dia, jumlah masyarakat miskin di Indonesia saat ini mencapai 24 juta orang, dengan 3,17 juta di antaranya berada dalam kategori miskin ekstrem.
‘Sebanyak 39,92 persen dari penduduk miskin dan 46,26 persen dari yang miskin ekstrem bekerja di sektor pertanian informal”, beber Wamensos Agus.
Wamensos Agus Jabo mengingatkan bahwa pemerintah menargetkan pengurangan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2026. Untuk mencapai target itu, ia berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat memotivasi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dengan model koperasi yang tepat.
“Diharapkan pendirian Kopdes Merah Putih fokus pada daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi”, tandasnya.
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pendirian Kopdes Merah Putih akan melibatkan musyawarah desa dan mempertimbangkan akses keuangan yang ada di tingkat lokal, seperti Gapoktan, BUMDes, dan koperasi. Program ini akan segera dimulai.
“Intinya, ini (pendirian Kopdes) harus bisa kita segera realisasikan, selambat-lambatnya 6 bulan,” ujar Menko Zulkifli.











Tinggalkan Balasan