LABUAN BAJO – Keluarga Fernando Martin Carreras, pelatih Club Valencia Spanyol CF yang tewas dalam tragedi tenggelam KM Putri Sakinah, mengirimkan surat berbahasa Spanyol dan Indonesia sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada masyarakat Labuan Bajo dan semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian korban.

Surat yang dikirim dari Valencia, Spanyol itu ditujukan kepada Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo dan diterima pada Jumat (13/2/2026).

Keluarga Korban Tragedi KM Putri Sakinah: Kirim Surat Terimakasih, Untuk Warga Labuan Bajo
Keluarga Korban Tragedi KM Putri Sakinah: Kirim Surat Terimakasih, Untuk Warga Labuan Bajo

Ketua DPC Gahawisri Labuan Bajo, Budi Widjaja, baru saja membagikan salinan surat tersebut kepada Labuan Bajo Terkini pada Selasa (17/2) siang.

“Labuan Bajo akan selalu kami ingat tidak hanya sebagai lokasi tragedi, tetapi juga sebagai tempat di mana kami menemukan rasa hormat, dukungan, dan kemanusiaan,” demikian bagian dari isi surat yang disampaikan keluarga korban.

Fernando dan 3 anaknya menjadi korban

Tragedi tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah terjadi di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, pada 26 Desember 2025.

Dalam kejadian itu, Fernando beserta tiga anaknya menjadi korban. Setelah melalui proses pencarian selama 15 hari, tim SAR berhasil menemukan jenazah Fernando, putrinya yang berusia 12 tahun, dan anak laki-lakinya yang berusia 10 tahun.

Sayangnya, satu anak laki-laki lainnya masih dinyatakan dalam status hilang hingga kini.

Berikan penghargaan khusus kepada komunitas agama

Dalam surat tersebut, keluarga juga memberikan penghargaan khusus kepada komunitas Muslim dan Kristen di Labuan Bajo yang telah menyambut mereka dengan penuh rasa hormat dan kebaikan selama berada di sana.

Mereka juga mengungkapkan rasa hormat yang mendalam terhadap berbagai institusi di Pulau Flores maupun secara nasional di Indonesia, termasuk terkait penegakan hukum dan tradisi yang berlaku.

“Kami juga ingin menyampaikan rasa hormat kami terhadap institusional pulau ini dan negara Indonesia, termasuk cara kerja, kerangka hukum, serta tradisi yang dijalankan,” tulis keluarga dalam suratnya.

Terima kasih khusus kepada KSOP Labuan Bajo

Tak hanya itu, keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan berbagai lembaga negara yang terlibat.

Khususnya kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, yang dinilai telah menunjukkan pendekatan yang sangat manusiawi dan profesional.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh operator lokal, asosiasi pariwisata, asosiasi penyelam, relawan, masyarakat Labuan Bajo, hingga komunitas internasional yang telah memberikan bantuan selama proses pencarian berlangsung.