LABUAN BAJO TERKINI – Pelbagai unsur lintas agama di Kabupaten Manggarai Barat, NTT berkomitmen untuk menyukseskan Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara yang puncaknya akan dilaksanakan pada Jumat, 15 Agustus 2025, mendatang.
Festival ini akan diluncurkan pada Kamis, 8 Mei 2025 dengan tema ‘Merajut Kebangsaan dan Pariwisata Berkelanjutan yang Sinodal & Inklusif’.
Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat persiapan yang diadakan di Aula Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo pada Sabtu, 3 Mei 2025.
Rapat dibuka oleh Vikjen Keuskupan Labuan Bajo, RD Richardus Manggu, yang juga merupakan Ketua Umum Festival Golo Koe.
Ia didampingi oleh Ketua Pelaksana Sekda Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, dan Direktur Puspas KLB, RD Charles Robertus Suwendi.
Vikjen Keuskupan Labuan Bajo, RD. Rihardus Manggu, dalam sambutannya, mengajak semua pihak yang terlibat dalam festival Golo Kole untuk saling berkolaborasi dan melayani demi keberhasilan setiap tahap festival yang telah direncanakan.
Vikjen menekankan pentingnya pembagian tugas dari.semua seksi memiliki tingkat kepentingan yang sama. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan pariwisata harus berfokus pada lingkungan dan kemanusiaan.
Selain Vikjen, Sekjen Keuskupan Labuan Bajo, RD. Frans Nala, mengumumkan bahwa Festival Golo Koe akan diluncurkan pada Kamis, 8 Mei 2025, dengan kegiatan berlangsung di Kantor Bupati Manggarai Barat.
Agenda festival lainnya mencakup pameran ekonomi kreatif dan budaya nusantara, gerak jalan sehat, konser, dan prosesi festival Golo Koe dengan 26 paroki. Pameran dan pentas seni berlangsung pada 10-13 dan 15 Agustus 2025.
Kegiatan ekologis akan diadakan pada Senin, 11 Agustus 2025, bersamaan dengan kegiatan sosial, pewartaan kebangunan rohani Katolik, edukasi dan talk show untuk orang muda, karnaval budaya Manggarai, dan pentas caci.
Prosesi akbar Maria Assumpta Nusantara dan Ekaristi Agung Pesta Maria Assumpta juga dijadwalkan pada Jumat 15 Agustus 2025.
Media ini juga melaporkan bahwa rapat pemantapan persiapan Festival Golo Koe berlangsung dalam suasana persaudaraan dengan komunikasi yang baik di antara peserta.
Ada banyak saran disampaikan oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk Buce Hello, RD. Gotfridus Angkur, RD. Andy Jeramat, Vikep Labuan Bajo RD. Yuvensius Rugi, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, Pastor Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, dan lainnya.
Selanjutnya terdapat komitmen bersama untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan Festival Golo Koe Maria Assumpta Keuskupan Labuan Bajo sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.










Tinggalkan Balasan