LABUAN BAJO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terhenti sementara akibat krisis pasokan gas Elpiji 12 kilogram yang melanda kawasan tersebut sejak awal pekan ini.

Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG terpaksa menutup aktivitas memasak, sehingga pemenuhan gizi ribuan siswa di kota destinasi wisata unggulan ini terancam.

Erick dan Aldo, pengelola dapur MBG di wilayah Waemata dan Macang Tanggar, memastikan kegiatan operasional terhenti sejak Selasa (12/5) lalu.

Ketiadaan pasokan bahan bakar membuat mereka tak bisa lagi menyiapkan makanan bagi anak-anak sekolah yang menjadi tanggung jawabnya.

“Dapur kami tidak beroperasi sejak Selasa kemarin karena tidak ada gas elpiji. Sudah antre ke sejumlah distributor, tapi stok sangat sulit didapatkan,” ungkap Erick saat dikonfirmasi, Labuan Bajo Terkini, Jumat (15/5).

Dampak yang ditimbulkan tergolong serius. SPPG Waemata melayani kebutuhan gizi lebih dari 2.900 siswa, sedangkan SPPG Macang Tanggar bertanggung jawab atas  2.000 siswa.

Totalnya, hampir 5.000 anak kehilangan akses asupan makanan bergizi akibat masalah pasokan gas elpiji. Aldo menuturkan, kelangkaan terasa sangat tajam.

Dua hari lalu sempat ada pasokan masuk sebanyak 900 tabung, lanjut dia, namun persediaan itu langsung ludes dalam waktu kurang dari satu jam.

“Kami sudah berusaha ke sana ke mari, tapi nihil. Begitu ada barang masuk, langsung diserbu dan habis seketika. Sangat sulit mendapatkan jatah,” keluh Aldo.

Menanggapi situasi kritis ini, Pertamina Patra Niaga menyatakan telah mengambil langkah mitigasi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan rantai suplai LPG ke wilayah NTT sangat bergantung pada pengiriman dari Surabaya, yang kerap terkendala faktor cuaca maupun kendala teknis kapal pengangkut.

“Imbas jarak suplai yang jauh membuat mobilisasi menjadi tantangan utama. Mulai dari faktor cuaca laut hingga kendala teknis kapal sering kali mempengaruhi waktu kedatangan stok,” jelas Ahad, kepada Labuan Bajo Terkini, Jumat,(15/5).

Sebagai langkah darurat, Pertamina mengirimkan dua kontainer berisi 1.232 tabung gas pada Rabu (6/5) lalu.

Untuk pekan ini, tambahan pasokan sebanyak dua kontainer lagi dengan muatan sekitar 1.000 tabung sudah dijadwalkan guna menstabilkan stok di lapangan.

Pihak Pertamina menegaskan komitmen memprioritaskan kebutuhan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas.

Pasokan akan terus disesuaikan agar aktivitas pelaku usaha, UMKM, serta program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan. (*).