LABUAN BAJO TERKINI — Kenaikan harga pangan kembali menjadi perhatian utama di Pasar Inpres Ruteng Manggarai NTT yang berdampak pada daya jual beli. Hal itu disampaikan Rista, salah seorang pedagang pasar, Senin (12/05/2025).

Kepada wartawan Rista mencontohkan harga pada bawang putih dan bawang merah yang dampaknya kian naik melambung dan mulai dirasakan oleh masyarakat yakni  Rp10.000–Rp15.000 per kilogram.

“Ini disebut sebagai dampak dari habisnya musim tanam, sehingga pasokan kini bergantung pada barang impor dari luar daerah”, ungkapnya.

Rista yang sudah lama berjualan di pasar Inpres Ruteng itu, mengungkapkan selain bawang putih dan bawang merah lonjakan terjadi juga pada  kacang hijau dan sulit ditemukan di pasar,saat ini.

“Hanya beberapa jenis saja yang harganya melonjak, tapi dampaknya langsung terasa pada pembeli,” imbuhnya.

Kenaikan harga ini menurut dia telah berlangsung sejak Februari 2025, namun hingga kini belum ada intervensi atau bantuan dari pemerintah.

Tak hanya Rista, pedagang lainnya, Yasmin turut terdampak. Ia mengatakan harga wortel dan kentang turut mengalami kenaikan, dari sebelumnya 5% menjadi 10%.

Baik Rista maupun Yasmin mengeluhkan ketiadaan pembeli di lapak pasar akibat harga pangan naik dan munculnya stand pedagang liar di pinggir jalan

“Banyak pedagang yang menjual di pinggir jalan membuat pembeli lebih memilih belanja di pinggir jalan dari pada di lapak pasar”, ungkap Yasmin.

Terkait distribusi, di keluhkan Yasmin bahwa pengiriman seperti pisang dari Bajawa dan Aimere sering mengalami keterlambatan, tetapi secara umum transportasi tetap lancar tanpa kenaikan biaya. Selain itu, belum ada bantuan dari pemerintah.

Yoan pedagang lainnya, mengeluhkan harga beras naik dari Rp650.000 menjadi Rp700.000 per karung, hal itu disebabkan oleh kekurangan stok yang mengakibatkan pasokan beras sulit diperoleh.

“Jumlah pembeli beras tetap, namun distribusi ke pasar mengalami hambatan. Kenaikan harga mulai terasa sejak awal Mei 2025, dan hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi situasi ini. Selain itu biaya transportasi juga naik, memaksa penjual untuk menyesuaikan harga jual agar distribusi tetap lancar”, kata Yoan.

Secara umum, kenaikan harga pangan di Pasar Inpres Ruteng, terutama pada komoditas bawang putih, bawang merah, wortel, kentang, dan beras, berdampak signifikan pada pedagang dan konsumen.

Penurunan stok lokal akibat habisnya musim tanam menjadi faktor utama, sehingga pasokan tergantung pada impor. Selain itu, kendala distribusi dan fluktuasi musim juga mempengaruhi harga.

Kenaikan harga berdampak pada penurunan daya beli masyarakat dan keluhan pedagang tentang persaingan di pinggir jalan.

Meskipun biaya transportasi stabil, ada beberapa komoditas seperti beras yang mengalami kenaikan ongkos kirim.

Belum ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban ekonomi yang dirasakan pedagang dan konsumen.

Mereka berharap pemerintah memberi perhatian untuk menstabilkan harga dan memastikan kelancaran distribusi ke pasar.

Oleh: Karolina Maina Putri, Maria Pretesia Melisa, Metildis Nadia Putri – Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris Unika St Paulus Ruteng Manggarai NTT