LABUAN BAJO TERKINI – Warga Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengambil pupuk bersubsidi di Kota Labuan Bajo.
Sebelumnya petani di sana curhat kepada Hasanudin Anggota DPRD Manggarai Barat terkait susah memperoleh pupuk subsidi, bukan lantaran stok yang tak tercukupi melainkan akses ke pengecer yang membutuhkan biaya tinggi.
“Iya sempat warga di Dusun Kokor mengeluh sulitnya mendapatkan pupuk saat reses dari anggota DPRD, Hasanudin sebelumnya,” kata Kepala Desa Tanjung Boleng, Saharudin dihubungi, Rabu (14/5).
Ia mengatakan berkat informasi itu petani di Desa Tanjung Boleng sudah bisa kembali mengambil pupuk bersubsidi di Labuan Bajo yang menurut warga aksesnya paling dekat.
“Sekarang petani ambil di Labuan Bajo, meski belum tau kapan pemberlakuannya,” katanya.
Sebelumnya diberitakan Petani di Dusun Kokor, Desa Tanjung Boleng curhat kepada Hasanudin Anggota DPRD Manggarai Barat terkait susah memperoleh pupuk subsidi. Keluh kesah petani ini disampaikan warga saat Hasanudin menggelar reses di Dusun Kokor, Desa Tanjung Boleng, Selasa (15/4/2025) lalu.
Yohanes Karyawan, Warga Kokor, yang hadir dalam reses tersebut menyampaikan bahwa kondisi itu sudah berlangsung lama dan menjadi permasalahan utama petani di Desa Tanjung Boleng.
Ia mengatakan warga setempat harus mengambil pupuk subsidi ke Lando, Desa Mbuit, Kecamatan Boleng karena pengecer hanya ada di sana.
Itu pun, kata dia, membutuhkan biaya transportasi yang tinggi lantaran akses yang cukup jauh.
Sementara, menurut dia, akses petani di desa itu lebih dekat ke kota Labuan Bajo ketimbang harus ke Terang, ibu kota Kecamatan Boleng.
Ia mengurai kondisi itu yang mengakibatkan tanaman padi di sawah alami keterlambatan dipupuk, sehingga tidak tumbuh dengan baik dan hasil panen tidak sesuai harapan.
“Kami di desa ini pak dewan ambil pupuk di Lando, Terang. Harus datang ke sana untuk mendapatkan pupuk subsidi. Padahal ke Labuan Bajo sangat dekat, bahkan sampai saat ini ada yang belum terpupuk padinya,” kata Yohanes, Selasa malam.
“Jadi usulan kami harapannya apakah bisa kami ambil di kantor desa saja, karena selama ini lebih banyak pengeluaran ambil ke Terang, jadinya tunggu ada uang lebih dulu baru bisa ambil,” lanjut Jhon, nama panggilan Yohanes Karyawan.











Tinggalkan Balasan