LABUAN BAJO TERKINI – Muhammad Yahya Waloni adalah pendakwah Islam Indonesia yang lahir di Manado pada 30 November 1970 dan meninggal pada Jumat 6 Juni 2025. Ustaz Yahya meninggal setelah menyelesaikan khutbah kedua pada shalat Jumat.
Menurut saksi, Yusran Ucang, beliau jatuh dan lemas setelah khutbah. Akibat kejadian tersebut, pelaksanaan shalat Jumat sempat ditunda. “Ustaz Yahya dibawa ke RS Bahagia Minasa Upa, yang dekat dari lokasi masjid, tetapi tidak dapat diselamatkan”, kata Yusran, dikutip Brito.id.
Sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara, ia awalnya adalah penganut Kristen dan terdaftar sebagai pendeta sebelum menjadi mualaf dan beralih profesi sebagai pendakwah.
Yahya dikenal dengan ceramahnya yang blak-blakan dan sering kontroversial, terutama mengenai misionaris dan kristenisasi.
Ia memiliki gelar doktor dari Institut Teologi Oikumene Imanuel Manado dan mengalami beberapa masalah hukum terkait ujaran kebencian yang membuatnya dipenjara selama lima bulan pada tahun 2022.
Ayahnya adalah mantan tentara yang pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah kabupaten di Sulawesi Utara. Ia mengaku pernah nakal semasa muda dan memiliki bekas tato di tubuhnya.
Yahya Waloni dalam beberapa acara di televisi mengklaim sebagai mantan pendeta dan dosen di STT Eben-Haezer.
Ia dan istrinya mengucapkan syahadat Islam pada 11 Oktober 2006 dengan bimbingan Komarudin Sofa.
Namun, Pendeta Ersa Alfred Soru meragukan klaim tersebut dan menghubungi mantan rektor STT Jayapura dan teman-teman Yahya Waloni di Manado untuk membongkar kepalsuannya.
Setelah keluar dari penjara, Yahya mengakui akan kesalahan masa lalunya tetapi tetap melanjutkan dakwah.
Pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Yahya mengisi khotbah di Masjid Darul Falah, Makassar, namun terjatuh dari mimbar dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.











Tinggalkan Balasan