LABUAN BAJO TERKINI – Peredaran rokok ilegal masih menjadi momok yang tak berujung di wilayah Kabupaten Manggarai. Bak air mengalir, rokok-rokok tanpa pita cukai itu dibiarkan beredar bebas tanpa adanya pengawasan.

Rokok ilegal jenis Hummer, King Garet, Sniper Bold, RD, King Bako, Trek, Retro, dan Rastel sangat mudah ditemui di kios-kios kecil Kota Ruteng. Rokok-rokok tersebut terpajang bebas tanpa pengawasan sama sekali.

Rokok-rokok ilegal tidak hanya marak beredar di Kota Ruteng. Namun juga menyasar ke kampung-kampung yang ada di wilayah Kabupaten Manggarai.

Seorang pemilik kios di Cibal Barat berinisial RJ mengungkapkan bahwa rokok ilegal tersebut didapatkan dari penjual bersepeda motor. Dirinya mengaku tidak mengetahui sumber rokok tersebut berasal dari mana.

“Kalau saya di sini biasanya beli dari motor yang lewat. Ada beberapa motor datang ke sini untuk jual itu rokok,” ungkap RJ, Minggu, 3 Agustus 2025.

Rokok ilegal yang beredar memang dijual dengan harga yang relatif murah. Disebutkan RJ, rokok jenis Hummer dibeli dengan harga Rp 115.000 per slop. Sedangkan Retro Rp 145.000 per slop dan Trek dibeli dengan harga Rp 150.000 per slop.

“Saya menjual Hummer dengan harga 18 ribu. Sedangkan Retro dan Trek, saya jual dengan harga 20 ribu per bungkus,” jelasnya.

Seorang pembeli berinisial FT di Kota Ruteng yang dijumpai pada Senin, 4 Agustus 2025 pagi menjelaskan bahwa rokok ilegal masih menjadi buruan pembeli yang berpenghasilan pas-pasan.

“Mau tidak mau kita beli yang ini pak. Rokok-rokok (yang legal) sekarang harganya mahal. Cuma rokok ini yang bisa kita beli,” ujar FT sembari memperlihatkan rokok RD yang di pegangnya.

Rokok-rokok ilegal memang masih diminati oleh mayoritas masyarakat kampung. Hal itu karena harganya relatif murah ketimbang rokok-rokok yang legal. Kendati demikian, peredaran rokok ilegal tetap saja meresahkan karena merugikan negara.

Media ini berupaya mencari keberadaan supplier rokok-rokok ilegal yang marak beredar. Namun, hingga berita ditayangkan, wartawan belum menemukan keberadaan oknum supplier.