LABUAN BAJO TERKINI – Getok harga tinggi menu khas makanan laut di Pusat Kuliner Kampung Ujung Labuan bajo jadi bahan pergunjingan peserta Munas ke -VI Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) pada Selasa,28 Oktober 2025 di Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) Golo Mori.

“Ini bukan hanya masalah uang, tetapi ada sesuatu yang tidak beres,” tegas Ketua Pelaksanaan Munas ke -VI ASTINDO Ignasius Suradin kepada wartawan di hall MICE Golo Mori Selasa siang.

Ia menjelaskan bahwa harga di tempat tersebut seringkali lebih tinggi dibandingkan restoran yang lebih berkualitas.

Selain itu, pengelolaan sampah serta limbah yang buruk menjadikan area itu terlihat kumuh dan buruk

Ia juga melihat ini sebagai peluang untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap Labuan Bajo sebagai destinasi MICE berkualitas, baik di tingkat nasional maupun internasional, terutama setelah keberhasilan KTT Asean.

Namun, Suradin juga mengingatkan tentang isu yang dapat merusak reputasi pariwisata premium Labuan Bajo, khususnya di kawasan kuliner Kampung Ujung.

“Tamu kami dari rombongan ASTINDO pernah menjadi korban getok harga tinggi dengan harga yang tak wajar. Malam itu kami harus bayar 14 juta untuk 60 orang sekali makan dan betapa kagetnya teman teman,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana Munas ASTINDO Ignasius Suradin menyatakan setiap acara MICE, sekecil apapun, dapat memberikan dampak positif yang luas bagi berbagai pihak, termasuk penyedia layanan transportasi dan akomodasi.

Lebih lanjut kata Suradin, Kampung Ujung adalah  wajah Labuan Bajo dan masalah ini bertentangan dengan upaya branding pariwisata premium.

Ia berharap akan ada perbaikan, pelatihan dalam pengelolaan limbah, dan penyesuaian harga yang lebih adil bagi para pedagang di Kampung Ujung.

Untuk informasi rapat anggota tahunan ini dibuka oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dan dihadiri oleh 100 pemimpin agen perjalanan dari 29 provinsi di seluruh Indonesia.

Lebih jauh Ignasius  mengatakan Labuan Bajo terpilih sebagai tuan rumah setelah melalui persaingan yang ketat.