LABUAN BAJO – Nusa Tenggara Barat – Sektor pariwisata Kabupaten Manggarai Barat mencatat pergerakan positif pada semester pertama tahun 2026.
Berdasarkan data resmi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan setempat, total kunjungan wisatawan sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat mencapai 16.367 orang.
Dari jumlah tersebut, wisatawan nusantara (Wisnus) mendominasi dengan total 9.608 orang, sedangkan wisatawan mancanegara (Wisman) tercatat sebanyak 6.759 orang.
Perbandingan ini menunjukkan kontribusi wisatawan domestik sekitar 58,7% dan mancanegara sebesar 41,3% dari total kunjungan.
Kunjungan Fluktuatif, Puncak Terjadi di Mei
Pergerakan jumlah pengunjung berfluktuasi sepanjang lima bulan awal tahun, dengan catatan tertinggi terjadi pada Mei. Berikut rincian lengkapnya:
- Januari: 2.616 orang (807 Wisman, 1.809 Wisnus)
- Februari: 1.834 orang (882 Wisman, 952 Wisnus)
- Maret: 3.886 orang (1.189 Wisman, 2.697 Wisnus)
- April: 3.406 orang (1.688 Wisman, 1.718 Wisnus)
- Mei: 4.625 orang (2.193 Wisman, 2.432 Wisnus) – menjadi bulan dengan kunjungan terbanyak
Gua Batu Cermin dan Gua Rangko Paling Diminati
Dari tujuh titik destinasi yang dipantau, Gua Batu Cermin menjadi lokasi dengan jumlah pengunjung terbanyak, yakni 7.492 orang (3.009 Wisman, 4.483 Wisnus).
Di posisi kedua ada Gua Rangko dengan total 4.735 orang (2.235 Wisman, 2.500 Wisnus), disusul Puncak Waringin yang dikunjungi 2.378 orang.
Destinasi lain yang juga menarik minat wisatawan meliputi Cunca Wulang (1.415 orang), Mberenang (214 orang), Ngalor Kalo (84 orang), serta aktivitas selam dan snorkeling yang diikuti 49 orang.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Parekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Piter A. Rasyid, menyampaikan bahwa data ini menjadi modal untuk terus mengembangkan sektor pariwisata daerah.
“Data kunjungan sepanjang semester pertama 2026 ini menunjukkan animo masyarakat dan wisatawan mancanegara yang mulai bangkit kembali. Total 16.367 orang ini terdiri dari 9.608 wisatawan nusantara dan 6.759 wisatawan asing, yang menandakan bahwa pariwisata Manggarai Barat masih menjadi tujuan utama di Nusa Tenggara,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (11/6), pagi.
Ia menambahkan, tren kenaikan yang terlihat terutama pada bulan Mei menjadi acuan strategi ke depan.
“Kami melihat lonjakan yang cukup signifikan menuju pertengahan tahun. Ini menjadi bukti bahwa upaya promosi dan perbaikan fasilitas mulai memberikan hasil. Ke depannya, kami akan terus memperkuat aksesibilitas, keamanan, dan kenyamanan di setiap destinasi agar jumlah kunjungan dapat terus meningkat hingga akhir tahun, baik dari wisatawan dalam maupun luar negeri,” tegasnya.
Piter juga menyebutkan bahwa data untuk periode kedua tahun 2026 masih dalam tahap pencatatan dan akan dipublikasikan secara berkala agar dapat dijadikan acuan bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan pariwisata.











Tinggalkan Balasan