BORONG – Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang diperingati hari ini, Senin (29/6), dijadikan momentum oleh Dinas P2KBP3A Kabupaten Manggarai Timur NTT untuk mengangkat tema “Ayah Wajib Hadir”.

Tema ini bukan sekadar seremonial, melainkan jawaban nyata atas tantangan sosial berat yang melanda daerah tersebut.

Kepala Dinas P2KBP3A Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas menyampaikan data terbaru mencatat ada 9 kasus bunuh diri dan 14 kasus kekerasan terhadap perempuan serta anak di wilayahnya.

Salah satu akar masalah yang teridentifikasi adalah fenomena fatherless, yaitu kondisi di mana ayah secara fisik ada namun absen secara emosional dan psikologis dalam pengasuhan.

Ayah yang tidak hadir sepenuhnya membuat anak kehilangan benteng perlindungan utama. Akibatnya, mereka rentan menjadi korban kekerasan maupun terjebak dalam keputusasaan yang berujung fatal,” ujar Pranata kepada Labuan Bajo Terkini, Senin, Pagi.

Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan tiga langkah nyata: mengarusutamakan peran aktif ayah dalam setiap program pelayanan, menjadi teladan dengan hadir sepenuhnya di tengah keluarga, serta menyebarkan pesan lewat pemasangan Twibbon Harganas ke-33 di media sosial.

Ia menegaskan ajakan ini tidak memojokkan orang tua tunggal, terutama ibu tunggal. Justru, apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada mereka yang berjuang memikul dua peran sekaligus demi kebaikan anak.

Ini sentilan bagi ayah yang ada tapi sengaja menelantarkan tanggung jawab. Bukan penghakiman bagi keluarga tanpa ayah karena takdir. Kita harus bangun dukungan agar anak-anak tetap tumbuh aman dan tangguh,” tegasnya.