LABUAN BAJO TERKINI – FJ seorang wartawan pada media online lokal DetikNet.id, diduga diserang AK di kost-kostannya yang beralamat di Watu Ipu, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Insiden tersebut terjadi pada hari Senin, 31 Maret 2025, sekitar pukul 11:00 malam WITA.

Ficki, seorang saksi mata, mengatakan bahwa penyerang yang menganiaya FJ berjumlah enam orang. Mereka masuk ke dalam rumah melalui jendela kamar tamu karena pintu terkunci. Dalam keadaan panik, FJ mencoba melarikan diri lewat jendela kamar.

“AK bersama bapak dan adiknya langsung menangkap dan menganiaya FJ hingga mata kanannya mengalami pendarahan hebat,” ujar Ficki.

FJ  [Korban] yang sempat memberikan keterangan kepada wartawan, menjelaskan, bahwa ia dianiaya dengan batu dan dibanting ke tanah oleh tiga orang, yaitu AK, bapaknya AK, dan adiknya.

FJ sendiri belum tahu motif penyerangan yang terjadi. Walaupun demikian saat kejadian, kata FJ, pelaku [AK] menuduh [FJ] telah menyerang AK dan keluarganya melalui akun palsu di Facebook.

Ficki yang merupakan saksi kejadian merasa trauma atas kejadian ini. Dia terlihat gagap dan takut saat memberikan keterangan ketika diwawancara wartawan.

Keterangan AK Berbeda dari Ficky dan FJ

Sementara itu AK [terduga pelaku] justeru menceritakan hal berbeda. Bahwasanya ia pergi ke kos [Korban] FJ bersama dua orang, yaitu adik dan teman dari adiknya, yang justru berbeda dengan kesaksian Ficki dan FJ.

“Saya tidak tahu saksi itu yang mana, tetapi di situ tadi satu kampung bisa jadi saksi. Jadi saya mau tanya saksi [Ficky] itu nanti, kamu tahu bapa saya itu yang mana karena dia sebut bapa saya tadi, kata Andre, Selasa (01/04/2025) dini hari.

Menurut AK, ia menghampiri FJ ke kos-kost-an bukan tanpa alasan. Ia datang untuk meminta penjelasan kepada FJ terkait postingan FJ di akun Facebook dengan nama akun “Rugha Boto” yang menurut AK akun dan postingan itu bersumber dari FJ.

AK pun tiba di kos FJ dan mengetuk pintu sambil memanggil namanya. Menurut AK meskipun FJ sempat melihat kehadiran AK dari kain jendela, ia tetap tak mau membukakan pintu.

Kepada media ini, AK menceritakan bahwa ketika ia mengetuk pintu untuk yang ketiga kalinya, FJ malah membuka jendela dan mencoba melarikan diri. Namun, AK berhasil menangkapnya, dan terjadi adu fisik di antara mereka.

Lebih Lanjut, saat AK dan FJ terlibat adu fisik, adek dari AK ikut membantu menghajar FJ sehingga FJ mengalami luka yang cukup parah pada area mata.

Sesungguhnya, AK merasa kecewa dengan sikap FJ yang melarangnya masuk ke kos untuk membahas masalah ini.  AK juga menegaskan bahwa tindakannya adalah bentuk protes terhadap postingan Facebook yang merugikan diri dan keluarganya, yang diduga berasal dari akun fake milik FJ.

AK [wartawan Floreseditorial.com] pun mengklaim bahwa ia sudah bertindak dengan bijak karena menyangkut nama baik dirinya dan keluarganya, terutama setelah anak dan istrinya diserang dan dihina lewat media sosial Facebook yang diduga milik FJ.

Kasus penganiayaan wartawan di Manggarai Timur ini sudah dilaporkan FJ ke Polres Manggarai Timur atas dugaan tindak pidana Penganiayaan dan pengeroyokan. Laporan diterima petugas SPKT Polres Matim dengan nomor LP/B/65/III/2025/SPKT POLRES MATIM.