LABUAN BAJO TERKINI – Ladis Jeharun, aktivis sosial di Labuan Bajo mengirimkan surat terbuka kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terkait kebijakan pengelolaan pendidikan menengah atas (SMA-SMK) yang saat ini berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Selain DPR RI, surat itu juga ditujukan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) di Jakarta.
Ladis nama panggilan Ladis Jeharun menyebut dari hasil riset dan investigasinya bahwa sejak pengelolaan SMA/SMK dialihkan ke tingkat provinsi, banyak tantangan yang dirasakan oleh guru dan tenaga pendidik khususnya di daerah-daerah terpencil. Salah satu contoh nyata, kata Ladis, dapat dilihat di Kabupaten Manggarai Barat.
“Guru-guru dari wilayah ini harus menempuh perjalanan jauh bahkan menggunakan pesawat terbang ke Kupang, ibu kota provinsi, hanya untuk mengikuti tes PPPK dan mengurus berbagai administrasi kepegawaian,” tulisnya dilengkapi dengan tanda tangan, dikutip Labuan Bajo Terkini, Jumat (2/5).
Menurutnya hal ini menjadi beban tambahan dari segi biaya, waktu, dan tenaga, serta berdampak pada efektivitas pelayanan pendidikan. Proses administratif yang seharusnya dapat diselesaikan di tingkat kabupaten menjadi terhambat karena jarak dan keterbatasan akses.
“Akibatnya, semangat dan fokus guru dalam menjalankan tugasnya bisa terganggu oleh urusan birokrasi yang tidak efisien,” urainya.
Melalui surat itu, ia mengusulkan agar pengelolaan pendidikan SMA/SMK dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten/Kota. Pengelolaan di tingkat kabupaten akan lebih mendekatkan pelayanan kepada guru dan sekolah, serta memungkinkan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal.
Dia meyakini dengan pendekatan desentralisasi yang tepat, kualitas pendidikan menengah atas akan semakin meningkat dan tantangan-tantangan administratif yang dihadapi guru-guru di daerah dapat diatasi dengan lebih baik.
“Demikian surat ini saya sampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan dunia pendidikan, khususnya di daerah. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih,” ucap pria asal Kaper, Labuan Bajo itu.
Rencananya surat itu akan dikirim melalui layanan pengiriman Kantor Pos. “Besok rencananya saya kirim lewat Kantor Pos,” kata Ladis saat dikonfirmasi media ini, Jumat sore.











Tinggalkan Balasan