LABUAN BAJO TERKINIBeternak babi di Ruteng Manggarai, Nusa Tenggara Timur, merupakan sumber pendapatan penting dan bagian dari warisan budaya masyarakat setempat. Usaha ini menggabungkan aspek ekonomi dengan tradisi dan adat istiadat yang telah ada selama bertahun-tahun.

Warga Ruteng Manggarai pada umumnya terlibat dalam usaha ternak babi, yang memiliki potensi keuntungan besar.

Namun, usaha ini juga menghadapi berbagai tantangan. Untuk memahami lebih lanjut mengenai keuntungan dan tantangan yang dihadapi peternak, kami melakukan wawancara dengan beberapa peternak lokal mengenai pengalaman mereka dalam beternak babi.

Adalah Robertus warga Nekang yang mengaku usaha ternak babi miliknya telah memberikan keuntungan dan berdampak positif bagi perekonomian keluarga.

“Selama 17 tahun saya beternak babi,dari hasil usaha ini saya mampu membangun rumah, menyekolahkan anak, dan meningkatkan perekonomian keluarga”, ungkap Robertus, Minggu (4/05/2025).

Tak hanya Robertus, Andre, warga Nekang lainnya yang bergelut di bidang usaha yang sama menuturkan, perekonomian dalam keluarga mereka terbantu dari beternak babi.

Tak berbeda dengan Robertus dan Ande, Petrus Pati asal Tenda Ruteng menyatakan bahwa beternak babi dapat membantu perekonomian keluarga, termasuk dalam membiayai pendidikan anak dan kebutuhan rumah tangga.

Hal ini menunjukkan bahwa usaha beternak babi memiliki potensi yang menjanjikan untuk mendukung keuangan keluarga.

Para peternak menyatakan bahwa meskipun mendapatkan keuntungan, mereka menghadapi banyak tantangan, terutama dalam pengelolaan dan perolehan pakan babi.

Keterbatasan ketersediaan pakan memaksa mereka untuk membeli berbagai jenis pakan seperti batang pisang, dedak, dan pakan dari toko.

Namun, sebagian pakannya diperoleh dari kebun milik sendiri, seperti daun ubi, daun talas, dan lain-lain. Para peternak juga menerangkan kerugian yang pernah mereka alami dalam beternak babi.

Seperti yang dikatakan oleh bapak Robertus, dia pernah mengalami kerugian 2 induk babi dengan jumlah 26 anak babi dikarenakan terkena wabah penyakit.

“Selain keuntungan yang didapatkan, dalam beternak babi juga kita harus siap dengan tantangan dan kerugian yang akan dihadapi”, kata Robertus.

Beternak babi memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan perekonomian keluarga seperti, membangun rumah dan menyekolahkan anak.

Namun, di balik keuntungan tersebut, terdapat tantangan yang dihadapi, terutama dalam pengelolaan pakan dan risiko kerugian akibat penyakit.

Meskipun demikian, beternak babi tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya dan ekonomi masyarakat Manggarai.

 

 

Oleh: Cindivatila Jane, Patrisius D. Apriantoni dan Yasinta K. Iman – Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris Unika St Paulus Ruteng Manggarai NTT