LABUAN BAJO TERKINI – Kelurahan Mbaumuku Kecamatan Langke Rembong di Kota Ruteng yang terkenal indah dan sejuk, belakangan ini terlihat kotor karena tumpukkan sampah di pinggir jalan. Hal ini menyebabkan bau tidak sedap.
Ini berpotensi penyebaran penyakit. Masalah ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungn setempat”, kata Dolfi, warga Mbaumuku,saat berbincang dengan wartawan di Ruteng, Senin (12/05/2025).
Menurutnya penumpukan sampah di jalan Arabika Utara Kelurahan Mbaumuku Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, oleh warga dianggap sangat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
“Selain menimbulkan aroma bau busuk, tumpukan sampah dapat merusak keindahan kota Ruteng yang selama ini terkenal dengan kebersihan bisa jadi warga tidak nyaman lagi”, tuturnya.
Selain Dolfi, Efrem, warga Kelurahan Mbaumuku juga berpendapat tentang kurangnya perhatian Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai. Melihat sampah yang berserakan itu Efrem merasa risih.
“Sebaiknya sampah yang sudah menumpuk dipinggir jalan harus segera diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup, karena efek negatifnya dapat menyebabkan penyakit”, kata dia.

Mengonfirmasi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manggarai Charles Rihi mengatakan hal itu terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat dan hal tersebut menjadi hal utama.
“Masyarakat kita belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya”, kata Charles.
Selain kesadaran masyarakat, lanjut dia, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai saat ini memiliki keterbatasan sumber daya terutama petugas kebersihan.
“Dari sisi DLH sendiri, kami juga belum bisa membereskan sampah on time karena satu petugas, melayani wilayah yang cukup luas”, beber Charles.
Walaupun demikian, untuk mengatasi masalah ini kata Charles Rihi, DLH terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara mebuangan sampah yang benar.
“Kami juga sudah siapkan saluran informasi di grup WhatsApp. Di dalam group WA.Ada Lurah dan Camat Langke Rembong. Mereka juga mengimbau kepada masyarakat melalui group WhatApp mengenai kebersihan dan juga sebagai media untuk melaporkan keluhanan masyarakat ke DLH terkait sampah yang ada di sekitar jalan”, tutur Charles Rihi.
Kepala DLH Manggarai Charles Rihi berharap kerjasama dari masyarakat dalam mengelolaan sampah yang baik dan benar.
“Harapan kami kepada masyarakat yaitu bisa diajak bekerjasama dalam hal membuang sampah yang baik dan benar”, katanya.
Efrem menekankan pentingnya membuang sampah pada tempatnya agar petugas angkut dapat dengan mudah mengambilnya.
Dolfi juga menambahkan bahwa sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan adalah solusi yang paling efektif, mengingat minimnya kesadaran masyarakat tentang hal ini.
Oleh: Felisitas Lence Kartini, Aristofanus Ogol dan Yosefina Maria Darfila – Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris Unika St Paulus Ruteng Manggarai NTT










1 Komentar
Warga sekitar jg memang harus pnya kesadaran utk mengatasi masalah ini, toh mereka juga yang dirugikan