LABUAN BAJO TERKINI – Dilihat dari rencana perjalanan haji 2025 yang dibuat Kementerian Agama, Senin (9/6/2025), jemaah haji RI bakal pulang ke Indonesia mulai 11 Juni 2025 atau 15 Zulhijah.
Adalah Abdul Fatah salah satu jemaah haji asal Labuan Bajo, Manggarai Barat NTT bertutur tentang kondisi serta ujian yang mereka hadapi selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi
“Dalam pelaksanaan ibadah haji banyak sekali ujian ,khususnya dengan cuaca yang sangat ekstrim saat ini [Senin, 9/06/2025], di Arab Saudi (mekkah) suhu udara mencapai 48 derajat celsius”, ungkapnya, kepada wartawan media labuanbajoterkini.id, Selasa, 10 Juni 2025.
Walaupun demikian kata dia, cuaca panas bukanlah halangan. “Cuaca yang begitu panas, kita jemaah haji Manggarai barat, mampu melalui semua rangkain ibadah haji baik yang sunah maupun yang wajib”, tambahnya.
Ia pun berterima kasih kepada petugas haji yang sudah melayani para jemaah dengan baik. Dari daerah hingga pusat. ” kami sangat berterima kasih kepada petugas haji baik di tingkat daerah sampai di tingkat pemerintah pusat yang sudah memberikan edukasi dan pemahaman tentang haji saat manasik awal sehingga para jemaah haji bisa melaksanakan ibadah haji sesampai di mekkah dengan baik”, kata dia.
Fatah, mengaku bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 ini sangat luar biasa dirasakan. Khususnya jemaah haji asal Kabupaten Manggarai Barat.
“Pelayanan yang di lakukan oleh petugas haji indonesia selama kami berada di Arab Saudi sangat baik dan membantu sekali khusus jemaah haji asal Manggarai Barat mulai dari saat kedatangan di jeddah menuju mekkah semuanya berjalan lancar, dan fasilitas yang di berikan sangat nyaman, makanan terjamin 3 kali sehari, dan di siapkan juga bus gratis selama rangkain ibadah haji oleh pemerintah arab saudi”, tutur dia.
Beberapa jemaah terpisah saat lempar Jumrah
Selaku ketua ketua rombongan 2 kloter 75, Fatah tak lepas dari tanggung jawab. Ia bertutur tentang pengalaman menarik itu saat sebagian jemaah asal Manggarai Barat terpisah satu sama lain di saat lempar Jumrah.
“Ada beberapa jemaah haji asal Mabar yang sempat terpisah dari rombongan saat melakukan rangkain ibadah haji lempar jumroh karena jutaan manusia..tapi Puji Tuhan karena solid dan saling berkoordinasi lintas sektor, saya selaku ketua rombongan 2 kloter 75 berterima kasih kepada seluruh jemaah haji yang tidak panik dengan situasi itu”, kata dia.
Sekembalinya ke mekkah dari armuzna semua jemaah haji asal Mabar, terkumpul kembali dan lengkap dengan jumlah 78 orang. Seluruh kejadian selama proses perjalanan ibadah haji menurut Fatah adalah ujian dan tak ada hambatan yang berarti.
“Pesan khusus dari kami adalah, terima kasih tak terhingga kepada seluruh keluarga, sahabat dan teman dalam hal ini handai taulan yang telah mendoakan kami para jemaah haji Mabar, sehingga mampu melewati semua rangkaian ujian selama ibadah haji dengan baik dan sempurna”, tulisnya.
Abdul Fatah. berharap sepulangnya ke tanan air ia bisa menjadi haji yang mabrur, bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat serta menumbuhkan kecintaan kepada sesama mahluk ciptaan Tuhan tanpa ada perbedaan.suku,agama dan ras.
Jika Aku Masih Sombong, Maka Hajiku Belum Pulang
Kepada redaksi media ini, Pria kelahiran Labuan Bajo itu pun mengirimkan beberapa penggal puisi.
“Jika aku masih merasa lebih suci, lebih pantas,lebih tinggi, maka barangkali aku hanya berjalan, tapi tidak pernah sampai”.
“Biarkanlah Engkau tetap nyata
sebagaimana Engkau nyata saat aku bersujud di tanah yang Engkau sucikan”.
“Haji bukan perjalanan fisik. Ia adalah penghancuran diriku yang lama,
dan kelahiran aku yang baru, yang tak lagi aku, agar yang tinggal hanya kehendak Allah di dalam gerakku, kataku, diamku”.











Tinggalkan Balasan