LABUAN BAJO TERKINI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., kembali berkunjung ke Labuan Bajo, NTT, Kamis 31 Juli 2025. Tiba di Mako Polres Manggarai Barat, Kapolda NTT di sambut hangat dan penuh kekeluargaan.
Di gerbang utama Polres Manggarai Barat, acara diawali dengan prosesi pengalungan selendang tenun ikat sebagai simbol penghormatan kepada setiap tamu, disusul dengan ‘kepok curu’ sebagai ucapan selamat datang berbahasa Manggarai dan dilanjutkan dengan ronda dan tarian tiba meka yang di perankan oleh 6 orang penari perempuan berbusana adat.

Suara gendang dan gong pun mulai mengalun menandai gerakan awal Tiba Meka yang diikuti dengan ronda dan fragmen atraksi caci yang di bawakan oleh Sanggar Kope Oles Todo Kongkol dari Kampung Kaper Desa Golo Bilas Kecamatan Komodo.
Penjabat Kepala Desa Golo Bilas sekaligus tokoh masyarakat adat Labuan Bajo Fabianus Galgani mengaku bangga dengan acara penjemputan kali ini.
“Sebagai masyarakat adat di Labuan Bajo, tentu kami sangat bangga dengan kehadiran Pak Kapolda NTT yang sangat menghargai adat dan budaya. Kami masyarakat adat Kampung Kaper sudah menunjukkannya dengan baik”, ungkap Fabianus kepada wartawan di Labuan Bajo, Kamis, pagi
Fabianus juga menjelaskan, budaya Manggarai tidak hanya sekadar kumpulan tradisi, tetapi juga merupakan identitas dan pedoman hidup bagi orang Manggarai .
Sebagai wujud dan penghargaan terhadap budaya, lanjut Fabianus, Tarian Tiba Meka yang ditampilkan, mencerminkan kegembiraan dan sukacita masyarakat adat setempat dalam menerima kedatangan tamu, seperti yang terjadi saat ini.
Terpisah Ketua Umum Pemuda Manggarai Barat Bersatu (PMBB) Robertus Agustinus Taufan atau akrab disapa ‘Obet Hormat’ menjelaskan “Tiba Meka” memiliki makna mendalam.
Tiba artinya terima, menadah, tangkis, setuju, atau menyambut. Sedangkan meka artinya tamu. Sehingga, Tiba Meka artinya tarian menyambut atau menerima tamu.
Tarian ini lanjut Obet, harus terus dipertahankan termasuk saat menyambut kunjungan Kapolda NTT.
Lebih lanjut, Obeth Hormat memberikan apresiasi kepada para tokoh adat dan masyarakat yang hingga kini masih mempertahankan budaya Manggarai.
“Tidak gampang mempertahankan budaya Manggarai, diperlukan upaya bersama dari seluruh masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait lainnya”, ujarnya.
Bagi Ketua Ormas PMBB itu pelestarian budaya dan menjaga tradisi adat istiadat, serta memperkenalkan budaya Manggarai kepada generasi muda dan wisatawan di Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) harus terus berlanjut.
“Ini sudah kita wujud nyatakan setiap ada tamu yang datang dan tugas kita sebagai generasi penerus harus bisa mempertahankan kebiasaan ini secara turun temurun”, pungkasnya










Tinggalkan Balasan