LABUAN BAJO TERKINIPoliteknik Pariwisata (Poltekpar) Bali hadir dengan komitmen yang kuat melalui penguatan sumber daya manusia dan pengelolaan usaha yang berbasis pada bahan lokal, mendukung transformasi pariwisata regeneratif di Aula Zasgomart, Labuan Bajo, pada 3-4 November 2025.

Sekitar 50 peserta, termasuk perwakilan asosiasi pariwisata, masyarakat setempat, dan instansi terkait, mengikuti pelatihan intensif yang membahas beragam aspek.

Stefanus Jemsifori, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, mengapresiasi peran aktif Poltekpar Bali dalam meningkatkan kualitas desa wisata.

Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan agar masyarakat dapat menjadi pemain kunci dalam pengelolaan destinasi wisata.

Menurut Jemsifori, kehadiran Poltekpar Bali di Labuan Bajo bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pariwisata regeneratif demi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Melalui program PKM, Poltekpar Bali memberikan bimbingan dalam berbagai materi pengembangan kemampuan usaha, termasuk manajemen keuangan dan akuntansi untuk usaha mikro di sektor pariwisata, pemahaman pajak bagi UMKM, serta strategi untuk mengembangkan keterampilan sumber daya manusia dalam usaha pariwisata yang berbasis kearifan lokal dan penguatan merek produk lokal agar dapat bersaing di pasar global”, kata Kadisparbud Stefanus di Labuan Bajo, Senin,3 November 2025.

Sementara itu, Dr. Putu Diah Sastri Pitanatri, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Poltekpar Bali, menjelaskan visi besar program ini.

Ia menekankan bahwa pariwisata regeneratif adalah pendekatan kolaboratif antara komunitas lokal, akademisi, dan industri untuk menciptakan dampak positif berkelanjutan.

Ia juga menyoroti bahwa masyarakat wisata desa di sekitar Labuan Bajo memiliki potensi produk unggulan seperti buah tropis (mangga, nanas, jeruk), minuman tradisional Sopi, serta kerajinan seperti tenun dan kerajinan pandan.

Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari berbagai program diploma di Poltekpar, seperti Manajemen Akuntansi Perhotelan, Perjalanan Dinas, dan Manajemen Pangan, yang memberikan pengalaman berharga dalam mendukung kesuksesan PKM ini.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Dr. Ida Bagus Putu Puja, M. Kes., yang menyatakan bahwa acara ini merupakan bentuk komitmen Politeknik Pariwisata Bali terhadap pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi, terutama dalam pengabdian masyarakat.

Melalui program ini, pengelolaan usaha berbasis potensi lokal dan penerapan Community Service Program (CSP) dengan tema penguatan kapasitas sumber daya manusia dan bisnis berbasis material lokal untuk mendukung transformasi pariwisata regeneratif di Labuan Bajo diharapkan dapat menciptakan sinergi lintas sektor yang kuat untuk pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan.

Tujuan PKM ini adalah memberikan manfaat nyata, termasuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan pelaku usaha lokal, memperkuat perekonomian masyarakat melalui produk berkualitas, melestarikan tradisi dan budaya lokal, menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, serta memaksimalkan kerjasama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Dengan adanya program ini, Politeknik Pariwisata Bali berharap dapat lebih mengembangkan Labuan Bajo menjadi destinasi wisata utama yang menonjolkan identitas lokal dan kelestarian lingkungan.