LABUAN BAJO— Empat kapal tradisional terbakar di area tambat dermaga Open Deck, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (13/2) dini hari. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, melaporkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 01.40 WITA. Api pertama kali muncul di salah satu kapal yang sedang parkir di dermaga.
“Petugas piket menerima informasi dari warga sekitar bahwa telah terjadi kebakaran,” kata Stefanus kepada Labuan Bajo Terkini, Jumat (13/02) petang.
Petugas langsung berkoordinasi dengan tim tanggap darurat dan bergegas ke lokasi kejadian dengan membawa alat pemadam api ringan, pompa alkon, dan mobil tangki air. Bantuan juga datang dari kapal KN.P Grantin, KP. Ibis, dan mobil pemadam kebakaran dari Satpol PP.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.20 WITA. Meski tidak ada korban jiwa, empat kapal mengalami kerusakan parah:
- Pokemon 01 (GT.6), milik Salman Alfaris: Geladak dan atap hangus terbakar.
- Pokemon 02 (GT.3), milik Salman Alfaris: Geladak dan atap hangus terbakar.
- Phokemon 03 (GT.5), milik Salman Alfaris: Sebagian dinding samping terbakar.
“Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh puntung rokok,” ujar Stefanus.
Ia menambahkan bahwa kapal-kapal yang terbakar telah dipindahkan ke area aman agar tidak mengganggu lalu lintas kapal di dermaga.
Proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari KSOP, Basarnas, Polairud, Lanal Labuan Bajo, petugas pemadam kebakaran, warga, awak kapal, dan pemilik kapal.
Sejumlah peralatan juga dikerahkan, termasuk RBB KSOP Kelas III Labuan Bajo, RIB KN.P. Grantin P-211, RIB KP. Ibis, mobil tangki air KSOP, dan dua unit mobil pemadam kebakaran.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, membenarkan insiden kebakaran ini. Ia mengaku masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran itu.
“Kami masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran,” ujarnya.
KSOP Kelas III Labuan Bajo menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan koordinasi yang baik dari semua pihak sehingga api dapat segera dipadamkan.
“Pelatihan pemadaman kebakaran dan penggunaan pompa serta APAR sangat membantu sehingga api cepat padam dan tidak menimbulkan bahaya yang lebih besar,” pungkas Stefanus.











Tinggalkan Balasan