BORONG — Gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu tak sekadar merusak bangunan. Hingga kini, ribuan gempa susulan terus terjadi dan menimbulkan trauma mendalam bagi warga, termasuk di Desa Compang Tenda, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Menyikapi hal itu, Ikatan Pohon Sakang (IPOSA) menyalurkan bantuan kemanusiaan bertajuk IPOSA Peduli pada Jumat (11/9).

Berdasarkan data, tercatat 14.236 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar M 6,2 dan terkecil M 0,9. Sebanyak 38 di antaranya berkekuatan di atas M 5,0, sementara 185 guncangan dirasakan langsung oleh warga.

14 Ribu Gempa Susulan Masih Guncang Pulau Flores, IPOSA Hadir Bantu Pulihkan 598 Warga Compang Tenda
14 Ribu Gempa Susulan Masih Guncang Pulau Flores, IPOSA Hadir Bantu Pulihkan 598 Warga Compang Tenda – Foto: Redaksi Labuan Bajo Terkini

Getaran berulang itu tak hanya merugikan secara materi, tetapi juga menyisakan ketakutan dan kecemasan berkepanjangan di tengah masyarakat.

Tergerak oleh kondisi tersebut, IPOSA hadir membawa tiga bentuk pelayanan sekaligus: pemberian sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, serta layanan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS). Kegiatan ini menjangkau 143 Kepala Keluarga atau 598 jiwa.

Bantuan sembako terkumpul dari uluran tangan keluarga besar IPOSA yang tersebar di Manggarai Timur, Pulau Jawa, Pulau Timor, Papua, serta para donatur yang berhati baik. Sementara pelayanan kesehatan digerakkan langsung oleh tiga dokter bersama tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Lebi.

Kadis Kesehatan Manggarai Timur, dr. Surip Tintin, menegaskan dampak gempa tidak hanya pada fisik bangunan, melainkan juga kondisi kesehatan warga:

“Guncangan yang terus berulang membuat banyak warga mengalami gangguan tidur, cemas berlebih, hingga tekanan darah naik. Kami melihat banyak warga yang sebelumnya terkontrol kesehatannya, kini kondisinya memburuk pascagempa.”ujar Tintin kepada wartawan di Borong, Jumat,(11/9).

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan pelayanan kesehatan.

“Kegiatan hari ini adalah awal, bukan akhir. Kami akan pastikan setiap warga dapat kembali berobat ke Puskesmas maupun Posyandu terdekat. Bagi penderita hipertensi, jantung, dan penyakit kronis lainnya, jangan berhenti kontrol. Kesehatan Anda adalah prioritas pemulihan.”tambahnya.

Sementara itu Ketua IPOSA, Silverius O. Jehama, menyampaikan kehadiran pihaknya adalah wujud nyata kepedulian sesama.

“Kami berharap kehadiran IPOSA dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Bantuan ini adalah wujud solidaritas keluarga besar IPOSA. Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua donatur yang telah berbagi.” tutur pria yang akrab disapa Veri itu

Terpisah, Kepala Desa Compang Tenda, Vinsensius Gasang, menyambut baik bantuan tersebut.

Kepada media ini, Ia mengungkapkan berterima kasih kepada keluarga besar IPOSA.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama di masa pemulihan pascagempa yang masih berlangsung.”, ujarnya.

Thomas Jama, salah satu warga penerima, tak kuasa menahan rasa haru. Ia bertutur tentang rumahnya yang retak serta ketakutan akan gempa susulan yang terus menghantui keluarganya.

“Rumah kami retak, tidur pun tidak tenang. Saat kami mulai putus asa, IPOSA datang membawa makanan, memeriksa kami, sekaligus mendengarkan keluh kesah kami. Bantuan ini bukan sekadar barang, melainkan harapan baru bagi kami.” kata Thomas.

Ia menambahkan, saat ini keluarganya masih merasa sendirian tanpa bantuan yang berarti

“Hari ini kami merasa diperhatikan. Terima kasih IPOSA, terima kasih para donatur. Kebaikan ini akan kami ingat selamanya.” tuturnya dengan nada haru.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung kepada warga, didampingi pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. IPOSA berharap langkah ini dapat meringankan beban sekaligus menguatkan semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masa pemulihan.(*).