LABUAN BAJO TERKINI – Lokasi Agrowisata Ngalor Kalo di Desa Siru, Kecamatan Lembor hingga kini masih belum terpakai secara maksimal oleh warga dan pengunjung. Karena itu warga mengusulkannya kepada pemerintah agar dimanfaatkan selama bulan Ramadhan untuk berjualan takjil.

Hal itu diungkapkan Ahmad Radun warga Pandang Kelurahan Tangge. Ia mengusulkan untuk sementara sebaiknya pemerintah memfasilitasi para pedagang untuk berjualan takjil di sana selama bulan Ramadhan.
.
“Lokasi ini agak sepi, Pak. Pengunjung jarang datang berwisata ke sini. Nah, supaya rame, sebaiknya pemerintah memfasilitasi para pedagang untuk berjualan di sini,” usulnya, Selasa (11/3/2025).

Di katakan Ahmad sekiranya pemerintah bisa mengabulkan usulannya itu di momentum bulan puasa kali ini.

“Misalnya berjualan takjil untuk umat yang sedang berbuka puasa di sore hari. Ini kan bulan puasa, Pak. Di Lembor ini banyak umat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Nah, jika pemerintah memfasilitasi penjualan Takjil di tempat ini, saya kira akan banyak orang yang datang berbuka puasa di sini,” kata dia

Dengan demikian, lanjut Ahmad Rabun, maka orang akan datang ke Agrowisata Ngalor Kalo tidak saja untuk memburu takjil tapi juga untuk bersilaturahmi.

Agrowisata Ngalor Kalo, Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Stefan Jemsifori, merespon usulan warga ini dengan sangat positif.

Kadis Stefan menilai bahwa usulan itu sangat bagus dan jika terealisir tentu akan ada banyak pihak yang diuntungkan. Tidak saja bagi masyarakat sekitar, namun juga bagi pengunjung yang melintasi kawasan tersebut.

“Usulan ini sangat bagus. Kami akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak terkait, dengan mengikuti mekanisme yang ada”, jelasnya.

Salah satu tahapan yang harus dilewati, lanjut Kadis Stefan adalah penyampaian usulan dilakukan melalui surat resmi, yang ditujukan kepada Bupati Manggarai Barat, dengan tembusan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat selaku OPD teknis.

“Usulan melalui surat itu penting, agar kita bisa tahu dengan pasti siapa pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lokasi Agrowisata Ngalor Kalo di Kecamatan Lembor dilaunching pada pertengahan Desember tahun 2024 lalu.

Pada kegiatan launching itu Kadis Stefan menjelaskan bahwa sebagai bagian dari wilayah Desa Siru, Agrowisata Ngalor Kalo punya potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan.

Semua pihak diharapkan dapat memanfaatkan potensi itu dengan maksimal untuk mendongrak pendapatan ekonomi masyarakat.