LABUAN BAJO TERKINI – Saat menikmati liburan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, ada baiknya digunakan untuk wisata kuliner.

Selain berjalan-jalan, juga mencicipi makanan khas yang bukan berasal dari Labuan Bajo.

Kali ini labuanbajoterkini.id mencoba satu di antara makanan khas Makassar, yakni Coto Makassar.

Di sebuah warung Coto Makassar di Jalan Wae Mata, kota Labuan Bajo itu, memiliki keunikan sendiri.

Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit dari Bandara Internasional Komodo dan Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Lokasi itu juga berhadapan dengan Fressa Supermarket Wae Mata.

Di sana kita akan disuguhi berbagai menu khas Makassar seperti Coto Makassar, Palu Basa, Ayam Lalapan, Ikan Lalapan dan menu lainnya.

Saat mencoba menyantap menu khas Coto Makassar, rasanya benar-benar enak. Dengan harga Rp 30 ribu per porsi Coto Makassar siap disajikan.

Sebelum makan, pastikan ulekan cabai ditambah jeruk nipis dan kecap dituangkan ke dalam Coto agar merasakan campuran yang aduhai. Sensasi kuah Coto dan daging sapinya akan terasa nikmat.

Jangan lupa Coto sangat pas dimakan dengan buras dan ketupat. Karena keduanya sudah menjadi pasangan yang serasi bagi orang Makassar.

Dari pengalaman hari ini, rasa Coto Makassar memang berbeda. Kuah yang gurih juga daging sapi yang lembut. Sangat tepat jika direkomendasikan untuk wisata kuliner mengisi liburan ke Labuan Bajo.

Pemilik warung, Acik Petong mengatakan mulanya ia bersama istri Nursuci Murdi membuka usaha gorengan di Pasar Wae Kesambi dengan modal seadannya.

Kemudian pertengahan 2023 lalu, ia bersama istrinya berpikir untuk melanjutkan usaha mereka dengan membuka warung makan di Labuan Bajo.

“Karena istri saya pandai memasak Coto Makassar, apalagi dia orang asli Makassar,” ujar Acik saat berbincang dengan labuanbajoterkini.id, Senin (24/3).

Acik yang memiliki prinsip harus bisa berdiri di kaki sendiri itu, bertekat merintis usaha sendiri bersama sang istri, yang akhirnya terwujud.

Sejak pertama kali membuka warung, kata dia, sudah ramai pengunjung.

“Dulu pas awal-awal, sudah ramai mungkin karena lokasinya ini berada di pinggir jalan. Sekarang sudah bisa juga pesan lewat grab ,” kata pria asli Terang, Kecamatan Boleng itu.