LABUAN BAJO TERKINIPolres Manggarai Barat secara resmi mengumumkan perubahan nama Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) menjadi Pamapta, yang berarti Patroli, Pengamanan, dan Pelayanan Terpadu. Pengumuman ini dilakukan dalam sebuah apel yang berlangsung di lapangan hitam, pada Senin (20/10/2025).

Sesi apel tersebut diwarnai dengan acara penyematan ban lengan Pamapta kepada anggota yang terpilih sebagai Pamapta I, II, dan III, yang menandakan dimulainya penerapan nomenklatur baru dalam struktur Polri.

Istilah Pamapta Bukan Asing

Kapolres Mabar, AKBP Christian Kadang, menjelaskan bahwa istilah Pamapta bukanlah hal yang asing bagi Polri, karena pernah digunakan di masa lalu. Sekarang, istilah tersebut dihidupkan kembali sebagai bagian dari upaya organisasi Polri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Perubahan menjadi Pamapta merupakan lebih dari sekadar nama baru. Ini juga merupakan inovasi yang menawarkan sistem pelayanan terpadu dengan tiga fungsi utama: patroli, pengamanan, dan dukungan masyarakat.

“Pada hari ini, kami melaksanakan apel Launching Pamapta Polres Manggarai Barat. Program ini adalah upaya dari transformasi layanan kepolisian yang siap melayani masyarakat 24 jam dan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga,” ujar Kapolres Mabar.

Ia menambahkan bahwa Pamapta adalah hasil dari Surat Keputusan Kapolri Nomor Kep/1438/IX/2025 yang mengubah jabatan Kanit SPKT menjadi Pamapta.

“Perubahan ini bertujuan untuk menyusun kembali struktur organisasi pelayanan kepolisian di tingkat polres dan polsek agar lebih efisien dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” paparannya.

Sentra Unit Reaksi Cepat dan Efisien

Kapolres juga menyampaikan bahwa Pamapta dirancang untuk mengatur semua unit sehingga mereka dapat bekerja secara lebih cepat dan efisien.

Hal ini diharapkan dapat mengurangi waktu respons terhadap laporan masyarakat, meningkatkan profesionalisme dalam penanganan kasus, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap Polres Manggarai Barat.

“Ini adalah langkah bagian dari komitmen Polri untuk terus berbenah dan memperkuat pelayanan publik, sehingga dapat meningkatkan rasa urgensi dan mempercepat respons terhadap laporan dan keluhan masyarakat,” jelasnya.

AKBP Christian menekankan bahwa kemunculan Pamapta adalah momen penting yang mencerminkan semangat baru Polri untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan perhatian kepada masyarakat.

“Pamapta adalah contoh nyata pergeseran dari pendekatan reaktif menuju proaktif, dari sekadar menjalankan tugas menjadi hadir dengan empati, berkomitmen, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pamapta mencerminkan transformasi Polri menjadi lebih responsif, manusiawi, dan selalu siap membantu.

“Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran polisi yang siap memberikan bantuan kapan saja dan di mana saja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Manggarai Barat, khususnya untuk warga Kota Labuan Bajo,” tutup Kapolres Mabar.