LABUAN BAJO TERKINI – Kepala Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LPPDM, Marsel Nagus Ahang nyaris baku pukul dengan kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Hendrikus Rani Siga atau Hengki saat rapat dengar pendapat bersama DPRD Manggarai Barat, Senin (28/4) siang. Rapat itu membahas terkait polemik privatisasi pantai di Labuan Bajo yang akhir-akhir ini menjadi isu hangat di daerah itu.
Awal kericuhan terjadi saat anggota DPRD Silvester Syukur menanyakan keberadaan perusahaan di Padar Utara yang belum lama ini sempat melarang wisatawan berkunjung ke sana. Sil Syukur pun meminta penjelasan dari BTNK terkait kewenangan perusahaan itu di TN Komodo.
Menanggapi hal itu, Hengki menjelaskan bahwa petugas yang melarang adalah kombinasi staf TNK dan PT Palma Hijau Cemerlang (PHC) yang bekerja sama untuk pengelolaan kawasan. Ia mengklaim perusahaan itu membantu TNK untuk konservasi di sana.
Marsel Ahang yang tidak terima penjelasan tersebut lalu menegur Hengki agar berhenti berbicara, ia beralasan bahwa penjelasan dari Hengki itu hanya sandiwara belaka.
Situasi kemudian menjadi ricuh ketika Ahang berdiri sambil menujuk dan membentak Hengki.
Ahang yang berteriak berusaha menghampiri Hengki hingga nyaris baku pukul. Anggota dewan dan LSM-Ormas terlihat kewalahan menahan gerak Ahang yang merangsek ke arah Hengki.
“Kau dengar dulu kami tidak, kau diam,” kata Ahang dengan nada lantang.
Hengki yang tidak terima desakan Ahang langsung turun dari tempatnya bicara juga merangsek ke arah Ahang namun berhasil ditahan oleh anggota dewan.
“Maksudnya apa, maksud apa,” tanya Hengki sambil berjalan ke arah Ahang.
“Biar close saja pak, semuanya sandiwara,” kata Ahang lagi.
Baik Hengki maupun Ahang akhirnya bisa ditenangkan dan diajak keluar ruangan oleh sejumlah anggota DPRD dan para Ormas-LSM yang hadir.











Tinggalkan Balasan