LABUAN BAJO TERKINI – Forum Peduli Kesejahteraan (FPK) ASN Kabupaten Ende menyampaikan keprihatinan mendalam terkait belum terealisasinya Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) dan distribusi beras ASN hingga saat ini.

Ketua FPK ASN Ende, Christoforus Ata Kita, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar angka dalam anggaran, melainkan menyangkut kebutuhan dasar para pegawai dan keluarga mereka. “Kami percaya pemerintah daerah memiliki komitmen besar untuk memperhatikan kesejahteraan ASN. Karena itu, kami mendorong Bupati untuk segera mengambil langkah nyata agar hak ASN dapat dipenuhi tepat waktu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pria yang bisa di sapa Rio Atakita itu menyampaikan bahwa ASN adalah ujung tombak pelayanan publik yang setiap hari hadir di tengah masyarakat. Pemenuhan hak mereka akan berdampak langsung pada semangat kerja dan kualitas pelayanan. “Kalau kesejahteraan ASN terjamin, mereka bisa bekerja dengan hati yang tenang, penuh dedikasi, dan pada akhirnya masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tambahnya.

FPK ASN juga mengajak pemerintah daerah untuk membuka ruang komunikasi yang transparan terkait kendala realisasi TPP dan beras ASN. Menurut mereka, dengan keterbukaan dan dialog, masalah bisa diselesaikan dengan cara yang lebih bijak dan manusiawi.

“ASN tidak hanya menjalankan kewajiban, tetapi juga memiliki hak yang harus dihormati. Kami berharap Bupati hadir sebagai pemimpin yang mampu memberi kepastian dan solusi. Janji politik adalah amanah, dan amanah itu harus ditunaikan,” tegas Ketua FPK ASN Ende.

Melalui rilis ini, FPK ASN Ende menekankan bahwa dorongan mereka bukanlah bentuk perlawanan, melainkan wujud kepedulian agar birokrasi di Kabupaten Ende semakin sehat, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan.

“Kami menunggu langkah cepat Bupati. Semoga atensi ini segera direalisasi demi kebaikan ASN dan pelayanan publik di Ende.”