LABUAN BAJO – Bagi sebagian orang, melihat seorang pemimpin gereja Katolik sibuk mengurusi perlombaan seni baca Al-Qur’an mungkin terasa asing. Namun, di tanah Labuan Bajo, itulah wajah sesungguhnya dari kebersamaan yang hidup.

Vikjen Keuskupan Labuan Bajo atau Wakil Uskup Katolik, RD. Richard Manggu, resmi ditunjuk sebagaoi Ketua Umum panitia penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Manggarai Barat tahun 2026. Penunjukan ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi di daerah ini bukan sekadar jargon belaka

Toleransi Bukan Sekadar Kalimat Indah

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Nambut, menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi masyarakat setempat.

“Kita tentu ingin menunjukkan bahwa di Manggarai Barat, toleransi tidak berhenti di atas spanduk atau sekadar kalimat indah saat pidato. Toleransi itu sudah meresap, menjadi napas, dan detak jantung kehidupan kita sehari-hari,” ungkap Fransiskus, Selasa (7/4).

Lebih jauh ia menjelaskan, penunjukan seorang Pastor Katolik memimpin acara keagamaan umat Islam adalah simbol kuat bahwa perbedaan iman tidak menjadi penghalang untuk saling mengabdi dan bekerja sama demi kemanusiaan.

“Hadirnya RD Richard Manggu memimpin panitia ini adalah pesan kuat bahwa di sini tidak ada sekat. Kami semua bersaudara, bekerja bahu-membahu demi kepentingan bersama,” tambahnya.

Di tengah dinamika keberagaman yang seringkali rapuh di berbagai daerah, Labuan Bajo kembali mengirimkan sinyal kuat bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan pemisah.

Simfoni Kerukunan di Panggung MTQ

Nantinya, saat lantunan ayat suci Al-Qur’an mulai bergema di panggung, di situlah tangan-tangan sukarelawan, termasuk dari kalangan gereja, ikut memastikan segala sesuatunya berjalan sempurna.

“Ada tangan seorang imam Katolik yang ikut memastikan pengeras suara berfungsi dengan baik, kursi tamu tertata rapi, dan semua peserta merasa sedang berada di dalam rumahnya sendiri,” ujar Fransiskus menggambarkan suasana kebersamaan tersebut.

Jadwal dan Lokasi

Perhelatan akbar ini direncanakan akan berlangsung mulai 27 April hingga 1 Mei 2026. Pusat kegiatannya berada di halaman Masjid Nurul Falah, Wae Mata, yang akan menjadi saksi bisu keindahan kerukunan umat beragama.

Dari kompetisi di tingkat lokal ini, akan lahir bibit-bibit terbaik yang nantinya membawa mandat besar mewakili Manggarai Barat ke tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi sendiri akan digelar di Kabupaten Nagekeo pada 20 Juni hingga 1 Juli 2026. Para juara tidak hanya membawa bakat dan suara merdu, tetapi juga membawa cerita luar biasa dari Labuan Bajo.

Cerita tentang bagaimana sebuah acara Islam dipersiapkan dengan penuh cinta oleh seorang Pastor Katolik dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Sebab, MTQ tahun ini bukan sekadar lomba baca tulis Al-Qur’an, melainkan panggung di mana semua pihak saling merangkul, membuktikan bahwa di bawah langit Komodo, perbedaan adalah simfoni yang indah.