LABUAN BAJO TERKINI – Kemenekraf mendukung program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP) untuk menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat, terutama pegiat ekonomi kreatif.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan pentingnya program ini dalam membantu komunitas yang memenuhi kriteria Kemen PKP.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh pejabat dari Kemen PKP dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga untuk mendukung masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja informal.
Dukungan ini berkaitan dengan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang akan memberikan bantuan rumah subsidi bagi pekerja ekonomi kreatif.
Irene menjelaskan bahwa data akan dikumpulkan untuk memastikan penerima bantuan sesuai syarat.
Selain itu, Menteri Kemen PKP, Maruarar Sirait, menekankan kolaborasi dengan pengembang dan lembaga keuangan untuk memfasilitasi masyarakat tanpa slip gaji agar dapat mengakses perumahan subsidi.
Program ini bertujuan untuk menjaga kualitas perumahan dan memastikan bantuan tepat sasaran dengan menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Menteri Maruarar menekankan pentingnya kolaborasi antar kementerian dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat, khususnya untuk Kader Lapangan BKKBN.
Sementara itu Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengapresiasi sinergi ini dan berharap program Kemen PKP dapat memberikan manfaat yang luas.
Dia juga menyoroti peran Kemendukbangga dalam meningkatkan kualitas hidup dengan program Pengendalian Penduduk dan Pembangunan Keluarga.
Untuk informasi, Kementerian Ekonomi Kreatif [Kemenekraf] yang dipimpin Menekraf Teuku Riefky Harsya menargetkan penciptaan 27 juta lapangan kerja berkualitas dalam lima tahun, dengan fokus pada generasi muda dan pengembangan industri kreatif.
“Melalui penguatan ekosistem hexahelix, Kementerian Ekraf diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang dimulai dari daerah”, kata Menekraf Teuku Riefky Harsya.











Tinggalkan Balasan